Video Terbaru!!

Rokok Elektrik atau Vape Lebih Aman? | Rokok vs Vaping


Rokok Elektrik atau Vape Lebih Aman? oleh Ayo Mikir


Terlihat pada gambar di atas, sudah banyak yang meneliti berbahanya rokok tembakau dan di dapatkan hasil seperti di atas banyak bahan – bahan kimia yang berbahaya yang terdapat di rokok sedangkan vapeing yang mengunakan liquid jauh lebih aman sebagai berikut kandungan liquidnya.


Kebanyakan isi dari e-liquid PV(Personal Vaporizer) adalah Propylene Glycol (PG) dan Glycerin (VG) yang keduanya merupakan komponen kimia yang berasa manis dan tingkat racunnya hampir tidak ada, sehingga Amerika Food and Drug Administration(FDA/BPPOMnya Amerika) menyatakan keduanya adalah GRAS (Generally Recognized As Safe). Keduanya sering digunakan sebagai bahan pemanis untuk makanan atau obat, dengan kata lain E-liquid sangatlah aman di bandingkan rokok biasa.

Namun sangatlah aman bukan berarti tidak beresiko yaa


Hingga kini penggunaan rokok elektrik masih menjadi pro dan kontra di kalangan para pakar dan peneliti. Penelitian menunjukkan 60% orang yang ingin berhenti merokok diprediksi akan melancarkan upayanya jika mereka beralih menggunakan rokok elektrik. Namun penelitian lain menunjukkan rokok elektrik tidak mampu menolong perokok mengatasi kecanduan merokok jika penelitian dilakukan terhadap kelompok perokok secara umum. 

Anda harus tetap hati-hati dengan rokok elektrik karena status keamanannya terutama untuk jangka panjang masih belum diketahui. World Health Organization (WHO) pun telah menganjurkan produsen rokok elektrik untuk tidak mengklaim produknya sebagai alat bantu berhenti merokok sampai ada bukti ilmiah kuat yang mendukung hal tersebut. 

Rokok Elektrik Menurut WHO

Menurut WHO, uap rokok elektrik mengandung zat kimia berbahaya yang dapat menimbulkan polusi udara. Menurut BPOM, rokok elektrik mengandung nikotin cair dan bahan pelarut propilen glikol, dieter glikol, dan gliserin. Jika semua bahan itu dipanaskan akan menghasilkan senyawa nitrosamine. Senyawa tersebut dapat menyebabkan kanker. Beberapa penelitian menemukan bahwa rokok elektrik dapat memicu inflamasi dalam tubuh, infeksi paru-paru dan meningkatkan risiko asma, stroke serta penyakit jantung. 

Oleh sebab itu sebaiknya anda mengurangi merokok, baik itu rokok tembakau ataupun rokok elektrik. Sayangi tubuh anda dengan melakukan perubahan gaya hidup menjadi gaya hidup sehat dengan tidak merokok.


Rokok Elektrik Menurut Ayo Mikir

Ingin Mendapat Penjelasan Lebih seru, silahkan tonton videonya

No comments